Penyesalan Seorang Mahasiswa
"Ikut magang, volunteer, organisasi, pelatihan selagi kamu masih menjadi mahasiswa."
"Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu aja! Nanti susah dapat kerja loh."
Sebagai mahasiswa, kalian tentu kerap mendengar bahasa-bahasa di atas. Mahasiswa sering kali diarahkan untuk menggunakan privilege nya sebagai mahasiswa dengan baik. Semua itu tidak salah, sudah seharusnya seorang mahasiswa terus aktif mengembangkan hard skill dan soft skillnya. Sebagai fresh graduate yang tidak lagi fresh, aku menyesal tidak menggunakan privilege tersebut dengan baik.
Rajin belajar dan aktif di kelas saja tidaklah cukup. Teori yang didapatkan di kelas, tidak bisa kita bawa ke dunia kerja secara mentah. Perlu adanya pengalaman sebagai gambaran. Pengalaman tersebut bisa kalian dapatkan dari mengikuti magang, pelatihan, dan lainnya.
Saat menjadi mahasiswa, aku pernah mencari tempat magang. Namun, sepertinya saat itu aku bergerak kurang cepat. Kantor Akuntan Publik (KAP) sudah penuh diisi oleh pemagang. Beberapa kantor lain, juga tidak sedang menerima pemagang. Salahnya aku juga mencari tempat magang di saat liburan tiba, bukan sebelum liburan.
Lalu, apakah selama kuliah aku menjadi "mahasiswa kupu-kupu"? Tidak, aku juga mengikuti magang. Namun, tidak sesuai dengan jurusanku. Karena aku suka menulis, aku memutuskan untuk magang sebagai jurnalis dan itu berjalan selama 2 tahun. Aku juga menjadi asisten laboratorium komputer di fakultasku.
Akan tetapi untuk menjadi seorang akuntan, aku perlu meyakinkan perusahaan bahwa aku memang layak untuk diterima. Sebagai lulusan akuntansi, aku belum bisa melakukan hal tersebut. Terlihat dari tidak adanya pengalaman yang aku miliki.
Jadi, poin yang bisa menjadi pengalaman para mahasiswa ialah:
1. Tentukan tujuan karir setelah lulus. Agar saat masih menjadi mahasiswa kalian paham apa yang harus kalian ambil dan yang tidak.
2. Cari pengalaman sebanyak mungkin sesuai dengan tujuan karir kamu. Jika ingin menjadi seorang akuntan, maka perbanyak pengalaman dibidang yang serupa.
3. Perbanyak relasi, terutama dibidang yang serumpun. Aku baru menyadari bahwa rezeki bisa datang dari mana saja, termasuk dari kenalan. Maka dari itu, jalinlah hubungan baik dengan teman kuliah, teman magang, hingga orang disekitar.
Jangan sampai menyesal dikemudian hari ya!
Komentar
Posting Komentar